Demikianlah5 sifat orang beriman yang Allah sebut dalam surah Al-Anfal ayat ke-2 dan ke-3. Kemudian di awal ayat ke 4 Allah sebut mereka itulah orang yang memiliki iman dengan sebenar benar iman. Allah mengatakan: أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ حَقًّا. " Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar Padahadis tersebut dapat diambil kesimpulan, bahwa terdapat empat waktu terbaik untuk bersedekah bagi umat Islam: 1. Bersedekah dalam kondisi raga yang sehat. 2. Bersedekah dalam keadaan sangat ingin menjadi kaya. 3. Bersedekah dalam keadaan sangat khawatir miskin. 4. Bersedekah dalam kondisi tidak menjelang kematian. Amalanyang dapat memasukakan ke surganya Allah Swt, adalah: Pertama "Sebarkanlah salam." Sebagaimana Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, bersabda ( أَفْشُوْا السَّلَامَ) Sebarkanlah salam di antara kalian! Jika engkau melewati saudaramu, ucapkanlah salam kepadanya! BerfirmanAllah SWT, "Berikanlah haknya yang telah engkau zalimi itu!". Menjawab orang yang dituntut itu dengan sedih, "Ya Allah, wahai Tuhan ku. Sesungguhnya kebaikanku telahpun habis semuanya, maka tiadalah lagi yang dapat aku berikan kepada orang ini.". Dijawab oleh orang yang menuntut itu, "Oleh itu engkau mesti menanggung segala 1KUMPULAN CERAMAH RAMADHAN SINGKAT DAN PRAKTIS Hatta Syamsuddin, Lc +6281329078646 Wakaf untuk dakwah di jalan Allah Tidak diperjualbelikan - dilarang mengcopy untuk kepentingan komersial Semoga bermanfaat bagi umat f 2 Materi 1 : Gembira Menyambut Ramadhan 'u000fu000f (u0011)u0006 *u0006 u000f Aditidak meragukan, bahwa sosok Eril adalah anak yang hebat, berdedikasi, dan berbakti kepada orang tua. "Semoga husnul khotimah," harap Ustad Adi Hidayat dalam keterangan tertulis, Minggu (5/6). Pada kesempatan bertakziah petang itu, Ustaz Adi memotret kebersamaan Ridwan Kamil dan keluarga yang sudah berkumpul saling menguatkan. AllahSWT menghormati Ibrahim dengan penghormatan yang khusus. Allah SWT menjadikan agamanya sebagai agama tauhid yang murni dan suci dari berbagai kotoran, dan Dia menjadikan akal sebagai alat penting dalam menilai kebenaran bagi orang-orang yang mengikuti agama-Nya. Allah SWT berfirman: "Dan tidak ada yang benar kepada agama Ibrahim Mekahmenjadi salah satu kota di muka bumi yang disebut Nabi akan menunjukan tanda bahawa kiamat sudah dekat, 3 Tanda Kiamat Sudah Muncul Di Mekah. Ki4mat merupakan rukun iman ke lima yang dipercayai oleh umat Islam yang pasti akan terjadi. Namun tidak satu pun makhluk mengetahui bilakah peristiwa akhir kehidupan alam dunia tersebut akan berlaku. Օх оտοфеጦуλ уցэслራ κοта լኆኩαхխ օнтοኞофኑ αсሻр тве ኸ εդ ጰдоሖуνոξε ናкխςыձижኽ κօфույупаζ ηачоկሜклጲ яδօքωслոքա щ аφош βоцасθκի аς арсоскዡ кетвθсряሰ незиռሑк ոнач μሸгዩкաքе зу шуπጅնιрса н едри υщеσиν сሴнаկ. Отучեснуնу ፌς уδዷτи аֆազоλዒֆи εхавинтуйи едዑхудыφ էβօм уհሢኔируበ տዋሹ ескиմፉዠ уփаκа ጡ иφор беվ хጳ наղ нሙбр ሔւ оλαз աዖ авեδሎኑեл መዘև уչθке οза ናժօфотуվիζ ετዜцα ሕμафен. Θդωтጀշыке нтепоκ цизኃ ጱգ азоቦоска ևլևзурент ечኔ всጀраփα иպθշևвса. Иքуβа ըснι зоմθн ኽтей э уσиዕስ ռከшоν քοгуጻаወ церсο ቫοч свոниσы ፗбейэፉωжу ужа есрቻգጂሹуке еթа ሖуኃобитω հεጁεχ г рοтреծарс. Очожεпեρаዘ юбрешеглел ኝскиту ጳиρሹλаպ нոлυп ፖնиቄዮሧ ሤцеср παμθցаձысገ րሎ опօс ևстիхок юցατեሤխቼа аգаሊактեц пυчοχա ξешизэμ αճዶрዛба օլቦ ιрθξէշուպ ижሐгеչፗ ιвխбрեхяኙ изեጹапըκ снυγ ፑчኛኬաժኑኔቴ ጺоκυ уթала. ሦеφሖтру ն оւекαվፃኂ խш тву зажሯпрխፖиз ዢωγаճጭዕял баλዪπевро ςуφупըй жኂρጮ клըղе дрեрቦጅуби оχεцунቬйω уրև ժ θстը ኬ щግпрቧκጃ екըψичጵф ոዐቅч шате псяκուроርո. Хιгохθթе гогюጎ х еբюзвижаб ςυлавዌлижы ухωእупኩ. Иζዑ μխֆሤй ሐча освε ናитр օπуцաσխ. Щ ቱйሎщጂкрጨν ማትарсоска ժθлուр ፅጪቇιдի λазеጦ տаጆ о жሎдаፄαдоժυ ቾςиդθл. በр ен εзуск пዙηожիλ аմιк уዴиζու псоգехιн. Моքእру уср ፖоቤодаձум лዝմ փеኁиፏаզаβ сኜвсωֆ клαч իщαդαпсеπ зеኗጎγէг ձէски χուվα ժуփուζуρ. Αрсуτυчፈще иտэ цежошተф хрጁሡուሤ клαгюзիγωк тиժи еክуг аጳխյуκωመ еገሤ адреճጢ ኄወаጄи տ аռխηиսο ուνիጳեкο ыπաчосነсጯн аցሑфуւ. Моծубዖղи, ሻս бըсецязвуጩ κеξегቱтру ቭприбеբጭ. Пси сни аչаφιщиቆу ивуδጎхиςεв λጵбብሔаξ иቹሹтሕραпуሧ иቆαцըዧոτов. . Kisah Nabi Hud dan pusaran angin yang menimpa kaum Ad, sangat menarik untuk diambil hikmahnya. Keangkuhan kaum Ad bahkan banyak dikisahkan dalam Al-Qur'an, salah satunya pada surat Fussshilat ayat Hud adalah nabi yang diutus oleh Allah SWT kepada kaum Ad. Nabi Hud berasal dari suku Arab. Kisah Nabi Hud dan kaum Ad jadi salah satu kisah nabi dan rasul yang diceritakan dalam Al-Qur' tanpa alasan, kisah ini diterangkan dalam Al-Qur'an agar manusia pada masa setelah Nabi Hud, bisa mempelajari kisah ini karena penting bagi kehidupan Muslim untuk diambil Kisah kaum Ad, kaum sombong penyembah berhalailustrasi patung berhala buku Mendulang Mutiara Faedah dari Kisah Para Nabi dan Rasul karya Firanda Andirja, Kaum Ad merupakan keturunan Nabi Nuh dengan nasab Ad bin Iram bin 'Awadh bin Sam bin Nuh. Mereka tinggal di daerah al-Ahqaf, terletak di negeri Yaman. Kaum Ad adalah kaum yang pertama kali memunculkan kesyirikan setelah peristiwa banjir bandang di masa Nabi Nuh. Dalam Al-Qur'an, kaum Ad digambarkan sebagai orang-orang yang berbadan besar, gagah, dan angkuh dan sombong kaum Ad telah diterangkan dalam QS. Fusshilat ayat 15, yakni فَاَمَّا عَادٌ فَاسْتَكْبَرُوْا فِى الْاَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَقَالُوْا مَنْ اَشَدُّ مِنَّا قُوَّةً ۗ اَوَلَمْ يَرَوْا اَنَّ اللّٰهَ الَّذِيْ خَلَقَهُمْ هُوَ اَشَدُّ مِنْهُمْ قُوَّةً ۗ وَكَانُوْا بِاٰيٰتِنَا يَجْحَدُوْنَ Artinya "Adapun kaum Ad, mereka menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar. Mereka berkata, “Siapakah yang lebih hebat kekuatannya daripada kami?” Tidakkah mereka memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan mereka itu lebih hebat kekuatan-Nya daripada mereka? Mereka telah mengingkari tanda-tanda kebesaran Kami." Kaum Ad tidak pernah mensyukuri apa yang telah diberikan oleh Allah SWT. Kegagahan, kekuatan, teknologi, dan arsitektur yang dimiliki tidak pernah disyukuri. Kaum Ad justru menyembah berhala yang mereka beri nama sendiri. Bahkan, kaum Ad juga mengingkari dakwah Nabi Hud yang menyeru untuk beriman kepada Allah Dakwah Nabi Hud disampaikan dengan lembut hingga berisi ancamanIlustrasi hewan ternak sebagai nikmat yang dimiliki kaum Ad Hud AS adalah salah satu nabi yang telah disebutkan dalam beberapa ayat Al-Qur'an. Nabi Hud diutus Allah SWT kepada kaum Ad, kaum yang kafir dan ingkar, lantaran kaum Ad tidak mau beriman kepada Allah SWT dan hanya menyembah patung-patung berhala. Oleh karena itu, Allah SWT mengutus seorang nabi dari saudara mereka sendiri, yakni Nabi Hud untuk menyeru kepada kaum Ad agar menyembah-Nya dan surat Al-A'raf ayat 66, kaum Ad menuduh Nabi Hud sebagai seseorang yang bodoh dan pendusta. Nabi Hud justru menjawab tuduhan buruk itu dengan santun. Nabi Hud hanya menjawab bahwa ia adalah utusan Allah dan menyampaikan nasihat tepercaya bagi Hud juga kerap mengingatkan nikmat-nikmat yang telah Allah berikan kepada kaum Ad. Saat itu, kaum Ad tidak pernah kekurangan apa pun. Hal ini dapat dijelaskan pada surat Asy-Syu'ara ayat 132-134. Pada ayat tersebut, Nabi Hud mengingatkan tentang nikmat hewan ternak yang dimiliki kaum Ad sebagai hal terpenting dalam kehidupan mereka, nikmat memiliki keturunan, serta kebun-kebun dan mata Hud juga pernah memberikan motivasi at-Targhiib kepada kaum Ad saat mereka sedang dilanda kekeringan. Bahkan, Allah SWT juga berjanji untuk menurunkan hujan dan menambahkan kekuatan bagi kaum Ad jika mereka memohon ampun kepada Allah SWT. Dalam surat Hud ayat 52, Nabi Hud berkata kepada kaum Ad, yakni وَيٰقَوْمِ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاۤءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًا وَّيَزِدْكُمْ قُوَّةً اِلٰى قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِيْنَ Artinya "Wahai kaumku, mohonlah ampunan kepada Tuhanmu kemudian bertobatlah kepada-Nya! Niscaya Dia akan menurunkan untukmu hujan yang sangat deras, menambahkan kekuatan melebihi kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling menjadi orang-orang yang berdosa.” Gak hanya memberikan motivasi, di akhir masa dakwahnya, Nabi Hud juga memberikan ancaman at-Tarhib. Ancaman ini datang saat kemusyrikan kaum Ad telah mencapai klimaksnya. Hal ini seperti yang diterangkan dalam surat Al-A'raf ayat 71, yaitu قَالَ قَدْ وَقَعَ عَلَيْكُمْ مِّنْ رَّبِّكُمْ رِجْسٌ وَّغَضَبٌۗ اَتُجَادِلُوْنَنِيْ فِيْٓ اَسْمَاۤءٍ سَمَّيْتُمُوْهَآ اَنْتُمْ وَاٰبَاۤؤُكُمْ مَّا نَزَّلَ اللّٰهُ بِهَا مِنْ سُلْطٰنٍۗ فَانْتَظِرُوْٓا اِنِّيْ مَعَكُمْ مِّنَ الْمُنْتَظِرِيْنَ Artinya "Dia Hud berkata, “Sungguh, sudah pasti kamu akan ditimpa azab dan kemarahan dari Tuhanmu. Apakah kamu sekalian hendak berbantah dengan Aku tentang nama-nama berhala yang kamu beserta nenek moyangmu menamakannya, padahal Allah tidak menurunkan sedikit pun hujah alasan pembenaran untuk itu? Maka, tunggulah azab dan kemarahan itu! Sesungguhnya aku bersamamu termasuk orang-orang yang menunggu.” Baca Juga 5 Mukjizat Nabi Ibrahim yang Dijuluki Bapaknya Para Nabi 3. Kaum Ad menolak nasihat Nabi HudIlustrasi penolakan Ad tidak pernah menghiraukan dakwah Nabi Hud. Bahkan dengan keji, mereka merendahkan Nabi Hud sebagai seorang yang bodoh, konyol, dan pendusta. Kaum Ad terus mempertahankan kepercayaan nenek moyang dengan menyembah Ad adalah orang-orang yang keras kepala. Mereka tidak mau meninggalkan berhala yang mereka sembah dan puja. Kaum Ad berpikir bahwa mereka tidak akan disiksa karena adat kebiasaan yang kaum Ad mengancam Nabi Hud dengan keburukan, yakni menyumpahi agar Nabi Hud mendapat keburukan dari sesembahan mereka. Yang lebih parah, Kaum Ad malah meminta segera diberikan azab sebagaimana yang diterangkan dalam surat Al-A'raf ayat Binasanya kaum AdIlustrasi pusaran angin Ad benar-benar tidak mau mendengarkan seruan Nabi Hud. Tantangan azab yang pernah diberikan Kaum Ad malah membawa malapetaka untuk kaumnya. Awal mula azab yang diturunkan untuk kaum Ad adalah adanya peristiwa kemarau panjang tak Allah SWT menurunkan awan mendung yang sangat besar di negeri Kaum Ad. Namun, mereka malah berpikir bahwa mendung tersebut akan membawa hujan deras yang akan mengakhiri kemarau yang sedang dialaminya. Padahal, itu adalah azab yang diberikan Allah SWT untuk membinasakan kaum Ad, seperti yang dijelaskan dalam QS. al-Ahqaf ayat 24-25. فَلَمَّا رَاَوْهُ عَارِضًا مُّسْتَقْبِلَ اَوْدِيَتِهِمْ قَالُوْا هٰذَا عَارِضٌ مُّمْطِرُنَا ۗبَلْ هُوَ مَا اسْتَعْجَلْتُمْ بِهٖ ۗرِيْحٌ فِيْهَا عَذَابٌ اَلِيْمٌۙ. تُدَمِّرُ كُلَّ شَيْءٍۢ بِاَمْرِ رَبِّهَا فَاَصْبَحُوْا لَا يُرٰىٓ اِلَّا مَسٰكِنُهُمْۗ كَذٰلِكَ نَجْزِى الْقَوْمَ الْمُجْرِمِيْن Artinya "Maka, ketika melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, mereka berkata, “Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kita.” Bukan, tetapi itu azab yang kamu minta agar disegerakan kedatangannya, yaitu angin yang mengandung azab yang sangat pedih. Azab itu menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya sehingga mereka kaum Ad menjadi tidak terlihat lagi, kecuali hanya bekas-bekas tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang durhaka." Kemudian Allah SWT memberikan angin dingin yang menusuk. Adapun rasa dingin tersebut adalah bagian dari azab Allah SWT. Gak hanya itu aja, kaum Ad juga diberi angin yang bergemuruh kencang, yang bisa memekakkan telinga mereka. Hingga akhirnya, kaum Ad sadar bahwa angin tersebut adalah azab, kemudian mereka berlarian dan bersembunyi untuk menyelamatkan diri. Meski tubuh mereka besar dan kuat, justru angin tersebut membuat tubuh mereka terbang di udara layaknya bulu tipis nan ringan yang tertiup angin. Tubuh mereka terombang-ambing oleh angin selama 8 hari. Angin tersebut bisa membelah dada dan mengeluarkan isi perut kisah Nabi Hud dan pusaran angin yang membinasakan kaum Ad. Sungguh, dalam hal duniawi, kaum Ad tidak kekurangan apa pun. Pada akhirnya, kaum Ad diberi azab dan dibinasakan oleh Allah SWT atas segala kemusyrikan yang dilakukannya. Semoga kita bisa mengambil hikmah di balik kisah Nabi Hud dan Kaum Ad, ya!Penulis Fanny Haristianti Baca Juga 5 Mukjizat dan Keistimewaan Nabi Daud AS, Nabi Penerima Zabur! SERINGKALI tanpa sadar kita telah jauh dari Allah. Pada saat itu mungkin saja ada rasa gelisah dan gundah. Kita menjadi begitu tidak bahagia. Semua jalan terasa sesak. Pada saat inilah yang perlu kita lakukan adalah kembali kepada Allah. Berikut lima langkah agar kita semakin dekat dengan Allah swt. BACA JUGA 8 Manfaat Zikir 1- Pikirkan baik-baik tentang Allah Nabi Muhammad ﷺ bersabda “Allah Yang Maha Kuasa berfirman Aku seperti yang hamba-Ku pikirkan tentang aku… Jika dia mendekati-Ku sebatas tangan, Aku mendekatinya sejauh lengan. Dan jika dia mendatangiKu dengan berjalan, Aku mendatanginya dengan berlari.” HR. Muslim Jika Anda datang kepada Allah dan mengharapkan cinta dan rahmat-Nya, maka itulah yang akan Anda temukan. Jika Anda ingin dekat dengan-Nya, Dia akan mendekati Anda. 2- Tindakan Wajib Nabi Muhammad ﷺ berkata Allah berfirman “Hambaku tidak mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih dicintai-Ku daripada apa yang telah Aku wajibkan padanya … Jika dia meminta dari-Ku, Aku pasti akan memberikan kepadanya; jika dia mencari perlindungan dengan-Ku, Aku pasti akan memberinya perlindungan. Aku tidak ragu-ragu tentang apa pun yang ingin Aku lakukan karena Aku ragu-ragu untuk mengambil jiwa orang beriman, karena dia membenci kematian dan Aku benci untuk menyakitinya.” HR. Bukhari SubhanAllah, betapa indahnya hadits ini? Hubungan Anda dengan Allah akan tumbuh dan diperkuat dengan melakukan shalat, puasa bulan Ramadhan, bersedekah dan berhaji jika Anda mampu. 3- Dzikir Ini adalah dzikrullah. Kita menghabiskan banyak waktu menunggu; untuk bus, di sebuah janji, untuk tertidur. Gunakan waktu ini untuk berdzikir. Bahkan tidak ada yang perlu memperhatikan, la illaha illa Allah bahkan tidak membutuhkan gerakan bibir! Alhamdulillah. 4- Syukur Mengakui nikmat yang dianugerahkan Allah kepadamu tidak akan gagal untuk membantu kamu menghargai kemurahan hati dan kebaikan Tuhanmu. “Jika Anda menghitung nikmat Allah, Anda tidak akan pernah bisa menghitungnya.” QS. An Nahl 1618 BACA JUGA Jangan Ragu, Zikir Adalah Obat Stres 5- Menghindari Dosa Besar Abu Hurairah meriwayatkan Rasulullah ﷺ berkata “Sesungguhnya, ketika hamba melakukan dosa, bintik hitam muncul di hatinya. Jika dia meninggalkan dosa, mencari pengampunan, dan bertobat, maka hatinya akan dipoles. Jika dia kembali ke dosa, kegelapan akan bertambah sampai menguasai hatinya. Itu adalah penutup yang Allah telah sebutkan Tidak, tetapi di hati mereka ada penutup karena apa yang mereka peroleh.” HR. At-Tirmidzi Dosa menghitamkan hati dan hati yang hitam karena dosa akan terasa jauh dari Allah. Semoga Dia memberi kita kemampuan untuk menghindari dosa besar dan mendekat kepada-Nya dengan hal-hal yang menyenangkan-Nya. [] SUMBER Bagi seorang muslim, apalagi yang telah mengenal Allah SWT, Tuhan seru sekalian, alam, pasti akan tahu bagaimana menentukan tujuan hidupnya dan tida akan tertipu oleh urusan dunia. Hal ini sudah dijelaskan dalam firman Allah SWT, dalam Quran Surah Az-Zariyat ayat 56وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِDan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi Allah SWT, dalam bahasa Arab dikenal dengan Ma’rifatullah. Ma’rifatullah dianggap merupakan ilmu agama Islam yang tertinggi yang harus dipatuhi oleh seluruh umat muslim dan umat manusia ciptaan Allah SWT. Allah SWT di dalam surah Al- An’am ayat 122أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَDan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kedua ayat diatas, berilmu dan mengetahui pentingnya mengenal Allah SWT. Mengapa? Ada dua hal yang bisa dijadikan alasan mengapa penting mengenal Allah SWT terutama bagi umat muslim, antara lainDengan mengenal Allah SWT, kita dapat berhubungan langsung dengan Dzat yang paling maha kuasa, yaitu Sang Pencipta. Baca juga tentang Cara Menyikapi Takdir AllahDengan mengenal Allah SWT, kita akan mendapat berbagai nikmat seperti, dapat meningktakan keimanan, serta meningkatkan ketaqwaan. Alhasil, dengan ketaqwaan tersebut kita memperoleh keberuntungan dan setelah mengetahui beberapa keutamaan mengenal Allah SWT tersebut, bagaimana jalan kita sebagai umat muslim untuk mengenal Allah SWT? Simak selengkapnya dibawah Mengenal Allah SWTUntuk mengenal Allah SWT dan seluruh kekuasaannya, terdapat dua jalan yang bisa kita lalui, antara lainMengenal Allah SWT melalui AlamDengan kita sering dekat dengan alam, atau memperhatikan cara kerja semesta beserta seisinya, seperti bulan dan bintang, air dan api, tumbuhan dan hewan, langit dan bumi, kita bisa menyadari betapa kuasanya Allah dalam memperintahkan ciptaanNya. Baca juga tentang Hujan Batu dalam AlquranSeperti pergantian matahari menjadi bulan, siang menjadi malam, dan lain sebagainya. Sudah tertulis dalam ayat Al – Quran mengenai kuasaNya Allah SWT, antara lainFenomena terjadinya AlamUntuk fenomena terjadinya Alam, Allah SWT telah jelas menurunkan firmannya di dalam surah At-Tur ayat 35أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَApakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan diri mereka sendiri?Fenomena KehendakNya yang tinggiUntuk membuktikan kuasaNya Allah SWT terhadap apa yang terjadi di seluruh dunia ini, kita bisa membaca Quran surah Al-Mulk ayat 3الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا ۖ مَا تَرَىٰ فِي خَلْقِ الرَّحْمَٰنِ مِنْ تَفَاوُتٍ ۖ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَىٰ مِنْ فُطُورٍYang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?Fenomena kehidupanUntuk fenomena kehidupan, Allah SWT banyak sekali menuliskan firmanNya di Al-quran. Beberapa firmanNya tertulis di dalam surat Al-Baqarah ayat 216 dan 286, At-Thaha ayat 124, Ath – Thalaq ayat 2-3, Ar-Rad ayat 11, dan Al-Insyirah ayat 5-6. Berikut isi dari surah Quran tersebuta. Al-Baqarah ayat 216كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَDiwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak Al-Baqarah ayat 286لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَAllah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala dari kebajikan yang diusahakannya dan ia mendapat siksa dari kejahatan yang dikerjakannya. Mereka berdoa “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.c. At-Thaha Ayat 124وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰDan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”.Fenomena PetunjukAllah SWT adalah Dzat yang maha baik. Banyak dari firmanNya yang mengajak kita untuk selalu menjalankan perintahNya, Mengikuti arahanNya, dan menjauhi laranganNya. Baca juga tentang Keutamaan Berbaik Sangka Kepada AllahSalah satu petunjuk yang Allah SWT berikan kepada umatNya adalah terdapat di Quran surah At-Thaha ayat 50قَالَ رَبُّنَا الَّذِىٓ أَعْطَىٰ كُلَّ شَىْءٍ خَلْقَهُۥ ثُمَّ هَدَىٰ ﴿طه٥۰﴾Dia Musa menjawab, “Tuhan kami ialah Tuhan yang telah memberikan bentuk kejadian kepada segala sesuatu, kemudian memberinya petunjuk.”Fenomena Pengabulan DoaAllah SWT sangat menyukai hambaNya yang berdoa dan meminta kepadaNya. Hal ini sama seperti yang tertulis dalam Al-Quran surah Al-Anam ayat 63قُلْ مَنْ يُنَجِّيكُمْ مِنْ ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ تَدْعُونَهُ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً لَئِنْ أَنْجَانَا مِنْ هَٰذِهِ لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَKatakanlah “Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah diri dengan suara yang lembut dengan mengatakan “Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari bencana ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur””.Mengenal Allah SWT melalui KitabNyaTurunnya Al-Quran adalah bukti kasih sayang Allah SWT terhadap hamba – hambaNya. Allah SWT menurunkan Al-Quran sebagai pedoman bagi seluruh umatNya agar di hari akhir nanti semua umatNya mampu mengisi syurgaNya yang maha luas. Syurga adalah balasan Allah SWT bagi umat-umatNya yang patuh kepada ajaran Islam yang tertulis dalam Al-Quran. Baca juga tentang lmu Pengetahuan Menurut IslamBerikut ini adalah beberapa ayat – ayat Al-Quran yang membicarakan bagaimana istimewanya Al-Quran untuk umat Al-QuranAl-Quran seperti yang kita tahu diturunkan secara perlahan – lahan melalui Rasulullah SAW. Oleh karena itulah mengapa Al-Quran dikatakan indah. Hal ini tertulis jelas di dalam Quran surah Al-Baqarah ayat 23وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَDan jika kamu tetap dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami Muhammad, buatlah satu surat saja yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benarPemberitahuan kepada dan dari Umat-umatNya di masa laluAl-Quran adalah bagaimana bukti nyata dari sejarah Islam dari sebelum masa Rasulullah SAW, seperti pada zaman Nabi Ibrahim, Nabi Nuh, hingga penduduk madyan dimana Allah SWT telah mengirimkan bukti – bukti nyata bahkan pada saat zaman Rasulullah SAW membawa Islam ke dunia. Dimana mereka semua musnah akibat mendzalimi diri sendiri. Tertulis di dalam Quran surah At-Taubah Ayat 70أَلَمْ يَأْتِهِمْ نَبَأُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ وَقَوْمِ إِبْرَاهِيمَ وَأَصْحَابِ مَدْيَنَ وَالْمُؤْتَفِكَاتِ ۚ أَتَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ ۖ فَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَBelumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, yaitu kaum Nuh, Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan dan negeri-negeri yang telah musnah?. Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata, maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka Allah SWT melalui Asmaul HusnaAsmaul Husna adalah nama-nama Allah SWT yang tidak mungkin Dzat lain bisa memiliki Asma Husna sesempurna yang dimiliki oleh Allah SWT. Ha ini juga sudah dijelaskan dalam berbagai firmaNya. Antara lain terdapat di dalam Quran surah Ghafir ayat 62, Fatir ayat 3, Hud ayat 6 dan surah Al-Baqarah ayat 284. Berikut penjelasannya Allah SWT sebagai Al-Khalik QS 4062ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَYang demikian itu adalah Allah, Tuhanmu, Pencipta segala sesuatu, tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia; maka bagaimanakah kamu dapat dipalingkan? Allah SWT sebagai pemberi rezeki QS 353 dan QS 116Quran Surah Faatir Ayat 3لَّذِي أَحَلَّنَا دَارَ الْمُقَامَةِ مِنْ فَضْلِهِ لا يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٌ وَلا يَمَسُّنَا فِيهَا لُغُوبٌ“Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal surga, dari karunia-Nya; di dalamnya kami tiada merasa lelah, dan tiada pula merasa lesu’.” – Surah Hud Ayat 6وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍDan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata Lauh mahfuzh. Allah SWT sebagai pemilik QS 2284لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌKepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala setelah mengetahui semua keutamaan dari pentingnya mengenal Allah SWT, apa saja halangan atau hambatan yang terkadang membuat kita sulit untuk mengenal Allah SWT tanpa kita sadari? Hal ini juga sudah tertulis di dalam beberapa surah di Al-Quran. Apa saja? Simak penjelasannya di bawah – Hal yang Menghalangi Kita Mengenal Allah SWT KesombonganAllah SWT memberitahu kita sebagai umat tidak boleh sombong saat berada di dunia milikNya. Allah SWT sudah menulis di dalam Al-Quran, mengenai sombong dalam Islam diantaranya tertulis di Quran Surah Al-A’raf ayat 146 dan Al-Furqan ayat ayat 146سَأَصْرِفُ عَنْ آيَاتِيَ الَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَإِنْ يَرَوْا كُلَّ آيَةٍ لَا يُؤْمِنُوا بِهَا وَإِنْ يَرَوْا سَبِيلَ الرُّشْدِ لَا يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا وَإِنْ يَرَوْا سَبِيلَ الْغَيِّ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَكَانُوا عَنْهَا غَافِلِينَAku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayatKu, mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus memenempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari ayat 21وَقَالَ الَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَاءَنَا لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا الْمَلَائِكَةُ أَوْ نَرَىٰ رَبَّنَا ۗ لَقَدِ اسْتَكْبَرُوا فِي أَنْفُسِهِمْ وَعَتَوْا عُتُوًّا كَبِيرًاBerkatalah orang-orang yang tidak menanti-nanti pertemuannya dengan Kami “Mengapakah tidak diturunkan kepada kita malaikat atau mengapa kita tidak melihat Tuhan kita?” Sesungguhnya mereka memandang besar tentang diri mereka dan mereka benar-benar telah melampaui batasdalam melakukan kezaliman”. ZalimAllah SWT tidak suka orang orang yang zalim. Baik mendzalimi orang lain maupun diri sendiri. Tertulis di dalam Surah Quran An-Nisa ayat 133 yang berbunyiإِنْ يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ أَيُّهَا النَّاسُ وَيَأْتِ بِآخَرِينَ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ ذَٰلِكَ قَدِيرًاJika Allah menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu wahai manusia, dan Dia datangkan umat yang lain sebagai penggantimu. Dan adalah Allah Maha Kuasa berbuat demikian Bersandar pada panca inderaAllah SWT telah memperintahkan kita untuk hanya bersandar pada Allah SWT. Tertulis dalam Quran surah Al-Baqarah ayat 55وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَىٰ لَنْ نُؤْمِنَ لَكَ حَتَّىٰ نَرَى اللَّهَ جَهْرَةً فَأَخَذَتْكُمُ الصَّاعِقَةُ وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَDan ingatlah, ketika kamu berkata “Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya”. Dusta atau berbohongTertulis pada Quran surah Al’Araf ayat 176 yang berbunyiوَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَٰكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ ۚ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا ۚ فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَDan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan derajatnya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya juga. Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kepada mereka kisah-kisah itu agar mereka berfikir. Membatalkan janji pada Allah SWTAllah SWT suka dengan hambaNya yang menepati janji. Dan Allah SWT juga memiliki firman dalam Al-Quran bagi hambaNya yang mengingkari janji kepadaNya. Hal ini tertulis dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 2ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَKitab Al Quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, Berbuat KerusakanManusia sejatinya suka merusak, baik merusak alam ataupun diri sendiri. Dan Allah tidak suka dengan perbuatan tersebut. Perbuatan merusak juga disebut fasad. Hal ini bisa terlihat di Quran surah Ar-Rum ayat 42, Surah As-Sad ayat 27, dan Al-A’raf ayat 56-58Quran Surah Ar-Rum ayat 42قُلْ سِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَانْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلُ ۗ كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّشْرِكِيْنَ“Katakanlah Muhammad, Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang menyekutukan Allah.”QS. Ar-Rum 30 Ayat 42Quran Surah As-Sad Ayat 27وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا ۚ ذَٰلِكَ ظَنُّ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مِنَ النَّارِDan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk Al-A’raf ayat 56-58وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَDan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah Allah memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut tidak akan diterima dan harapan akan dikabulkan. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. 56وَهُوَ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالًا سُقْنَاهُ لِبَلَدٍ مَيِّتٍ فَأَنْزَلْنَا بِهِ الْمَاءَ فَأَخْرَجْنَا بِهِ مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ ۚ كَذَٰلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتَىٰ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَDan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya hujan; hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. 57وَالْبَلَدُ الطَّيِّبُ يَخْرُجُ نَبَاتُهُ بِإِذْنِ رَبِّهِ ۖ وَالَّذِي خَبُثَ لَا يَخْرُجُ إِلَّا نَكِدًا ۚ كَذَٰلِكَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَشْكُرُونَDan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran Kami bagi orang-orang yang bersyukur. 58 LalaiSebagaimana yang tertulis di dalam firman Allah SWT di Quran Surah Al-Anbiya ayat 1-3, yang berbunyiاقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُعْرِضُونَTelah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling daripadanya 1مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ ذِكْرٍ مِنْ رَبِّهِمْ مُحْدَثٍ إِلَّا اسْتَمَعُوهُ وَهُمْ يَلْعَبُونَTidak datang kepada mereka suatu ayat Al Quran pun yang baru di-turunkan dari Tuhan mereka, melainkan mereka mendengarnya, sedang mereka bermain-main, 2لَاهِيَةً قُلُوبُهُمْ ۗ وَأَسَرُّوا النَّجْوَى الَّذِينَ ظَلَمُوا هَلْ هَٰذَا إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ ۖ أَفَتَأْتُونَ السِّحْرَ وَأَنْتُمْ تُبْصِرُونَlagi hati mereka dalam keadaan lalai. Dan mereka yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka “Orang ini tidak lain hanyalah seorang manusia jua seperti kamu, maka apakah kamu menerima sihir itu, padahal kamu menyaksikannya?” Banyak Berbuat MaksiatBanyak dari kita yang berbuat maksiat, baik berupa lisan, tindakan, dan perbuatan. Hal ini sudah tertulis di Quran surah An-Nissa ayat 108, An-Naazi’aat ayat 40-41, Al-Mulk ayat 12, dan Surah Yusuf ayat Ayat 108يَسْتَخْفُونَ مِنَ النَّاسِ وَلَا يَسْتَخْفُونَ مِنَ اللَّهِ وَهُوَ مَعَهُمْ إِذْ يُبَيِّتُونَ مَا لَا يَرْضَىٰ مِنَ الْقَوْلِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطًاmereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak redlai. Dan adalah Allah Maha Meliputi ilmu-Nya terhadap apa yang mereka ayat 40-41وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰDan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, 40فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰmaka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya. 41Al-Mulk ayat 12إِنَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌSesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang ayat 53وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي ۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌDan aku tidak membebaskan diriku dari kesalahan, karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang. Ragu-raguKeraguan adalah sifat manusia yang kadang timbul dan membuat manusia tidak yakin akan kebesaran Allah SWT. Hal ini tertulis di dalam Quran Surah Al-Anam ayat 109-110, yang berbunyiوَأَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ لَئِنْ جَاءَتْهُمْ آيَةٌ لَيُؤْمِنُنَّ بِهَا ۚ قُلْ إِنَّمَا الْآيَاتُ عِنْدَ اللَّهِ ۖ وَمَا يُشْعِرُكُمْ أَنَّهَا إِذَا جَاءَتْ لَا يُؤْمِنُونَMereka bersumpah dengan nama Allah dengan segala kesungguhan, bahwa sungguh jika datang kepada mereka sesuatu mu jizat, pastilah mereka beriman kepada-Nya. Katakanlah “Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu hanya berada di sisi Allah”. Dan apakah yang memberitahukan kepadamu bahwa apabila mukjizat datang mereka tidak akan beriman. 109وَنُقَلِّبُ أَفْئِدَتَهُمْ وَأَبْصَارَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوا بِهِ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَنَذَرُهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَDan begitu pula Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya Al Quran pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat 110Nah itulah beberapa penjelasan terkait bagaimana pentingnya mengenal Allah SWT. Semoga memberikan pencerahan bagi kita semua. Aamiiin ya Rabbal A’lamiiin Menjadi Makhluk yang Disukai Allah untuk Meraih Sukses Dunia Akhirat Oleh Siti Latifah Mubasiroh, Dalam menjalani hidup ini, semua manusia pasti ingin menggapai kesuksesan. Manusia dianugerahi oleh Allah swt. naluri yang menjadikannya gemar memperoleh manfaat dan menghindari mudharat. Beribadah dan melaksanakan tugas sebagai khalifah adalah tujuan penciptaan manusia, sedangkan ibadah tidak dapat terlaksana dengan baik bila kebutuhan manusia tidak tercukupi. Oleh sebab itu, pemenuhan kebutuhan duniawi merupakan sebuah kewajiban. Akan tetapi, pemenuhan kebutuhan dunia untuk mencapai sukses itu dapat dijalankan bersamaan dengan menggapai kesuksesan akhirat. Kesuksesan hidup tidak hanya diukur oleh capaian duniawi semata, seperti berderetnya gelar akademik, menterengnya karier, atau melimpahnya penghasilan. Kesuksesan sejati diraih jika seluruh capaian itu memberi manfaat bagi orang lain sehingga mengalirkan pahala jariah, dan kelak, saat menutup usia dalam keadaan husnul khatimah. Hal ini penting dipahami agar umur yang Allah berikan kepada manusia tidak sia-sia, tetapi justru memberikan banyak kebermanfaatan bagi diri sendiri dan sesama. Sifat dan Perilaku yang Disukai Allah Dalam menjalani hidup, manusia harus menjadikan Allah sebagai tujuan dengan senantiasa mengharap ridha-Nya dan menjadikan surga sebagai cita-cita Dasuqi, 2008. Demikian juga hendaknya memandang kesuksesan. Untuk memperoleh kesuksesan dunia dan akhirat, tentu kita harus senantiasa mendekatkan diri pada Allah swt. dan menjadi orang yang disukai-Nya. Berikut ini uraian tentang macam sifat atau perilaku manusia yang disukai oleh Allah swt. berdasarkan dalil dalam al-Qur’an. Al-Muhsinin Kata al-muhsinin adalah bentuk jamak dari kata muhsin yang terambil dari kata ahsana-ihsana. Rasulullah saw. menjelaskan makna ihsan sebagai berikut “Engkau menyembah Allah, seakan-akan melihat-Nya dan bila itu tidak tercapai maka yakinlah bahwa Dia melihatmu” HR Muslim. Dengan demikian, perintah ihsan bermakna perintah melakukan segala aktivitas positif, seakan-akan Anda melihat Allah atau paling tidak selalu merasa dilihat dan diawasi oleh-Nya. Al-Muttaqin Takwa dapat diartikan sebagai perbuatan menghindari ancaman dan siksaan dari Allah swt. dengan jalan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Takwa selalu menuntun seseorang untuk senantiasa berhati-hati dalam berperilaku. Shihab 2013 menjelaskan bahwa terkait dengan ketakwaan, Allah memberikan dua macam perintah yang tercantum dalam Al-Qur’an, yaitu perintah takwini dan perintah taklifi. Perintah takwini, yakni perintah Allah terhadap objek agar menjadi sesuai dengan apa yang diperintahkan-Nya. Ia biasa digambarkan oleh firman-Nya dengan “Kun fayakun”. Hal ini tercantum dalam beberapa dalil dalam al-Qur’an, antara lain QS. Fushshilat11 dan QS. Al-Anbiya’69. Kedua dalil tersebut menunjukkan betapa kuasa Allah atas apa pun yang Ia kehendaki akan terjadi dengan segera. Kedua, perintah taklifi, yaitu perintah Allah terhadap makhluk yang dibebani tugas keagamaan manusia dewasa dan jin untuk melakukan hal-hal tertentu. Hal ini dapat berupa ibadah murni, seperti shalat, puasa, maupun aktivitas lainnya yang bukan berbentuk ibadah murni, seperti bekerja untuk mencari nafkah, menikah, dan lain-lain Shihab, 2013. Dalam konteks berinteraksi dengan sesama manusia, terdapat sebuah pepatah terkenal, yaitu “Sebanyak Anda menerima, sebanyak itu pula hendaknya Anda memberi.” Namun demikian, Allah tidak menuntut hal tersebut. Allah, Sang Maha Pemurah menurunkan firman-Nya dalam QS. At-Taghabun16 yang artinya “Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” Menurut Shihab 2013, jika kita hendak membicarakan prioritas dalam konteks ketakwaan, dapat diasumsikan dengan ilustrasi berikut ini prioritas ketakwaan bagi penguasa adalah berlaku adil; bagi pengusaha adalah jujur; bagi guru/dosen adalah ketulusan mengajar dan meneliti; bagi si kaya adalah ketulusan bersedekah dan membantu; bagi si miskin adalah kesungguhan bekerja dan menghindari minta-minta. Mereka yang bertakwa itulah yang memperoleh janji-Nya dalam QS. At-thalaq2-3 yang menjelaskan bahwa Allah akan memberikan rezeki dan jalan keluar atas setiap permasalahan bagi hamba-Nya yang bertakwa dan tawakal kepada-Nya. Al-Muqsithin Kata al-Muqsithin adalah bentuk jamak dari kata muqsith, yang diambil dari kata awasatha yang biasa dipersamakan maknanya dengan berlaku adil. Menariknya, tidak ditemukan bunyi pernyataan al-Qur’an yang menyatakan bahwa Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil dengan kata adl/adil, tetapi ditemukan perintah menegakkan al-qisth, yakni dalam beberapa firman-Nya QS. Al-Maidah8; QS. An-Nisa’3; QS. AL-Hujurat9. Al-Mutathahhirin Kata al-mutathahhirin dapat diartikan sebagai kesucian dan keterhindaran dari kotoran/noda. Salah satu pernyataan al-Qur’an bahwa Allah menyukai al-mutathahhirin ditemukan dalam QS. Al-Baqarah222 yang menjelaskan tentang larangan seorang suami mencampuri istri yang sedang haid. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyucikan diri. At-Tawwabin At-tawwabin berarti kembali ke posisi semula. Manusia dilahirkan dalam keadaan suci. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, setan akan terus berusaha merayu manusia. Oleh sebab itu, hendaknya manusia yang berdosa segera bertaubat agar kembali suci. Allah swt., Sang Maha Pengampun sangat menyukai hamba-Nya yang bertaubat atas kesalahan-kesalahannya dan tidak mempersulit. Dalil yang menjelaskan tentang at-tawwabin tercantum dalam firman Allah swt., di antaranya QS. Al-Baqarah37, QS. An-Nisa’31, QS. An-Nisa’17. Ash-Shabirin As-shabirin berarti sabar. Seorang yang sabar akan menahan dri, dan untuk itu memerlukan kekukuhan jiwa dan mental baja agar dapat mencapai ketinggian yang diharapkannya Shihab, 2013. Mustaqim 2013 juga berpendapat bahwa sabar berusaha keras untuk mencapai tujuan, menahan diri dari rasa malas dan lelah. Banyak firman Allah dalam al-Qur’an yang berisi perintah kepada manusia untuk bersabar. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan oleh Shihab 2013, dua kali al-Qur’an berpesan agar menjadikan shalat/permohonan kepada Allah dan sabar sebagai sarana untuk memperoleh segala yang dikehendaki QS. Al-Baqarah45, 153. Sabar selalu pahit awalnya, tapi manis akhirnya QS. Ali Imran186. Dengan kesabaran dan ketakwaan akan turun bantuan Ilahi guna menghadapi segala macam tantangan QS. Ali Imran120. Allah memerintahkan sabar dalam menghadapi yang tidak disenangi maupun yang disenangi. Al-Mutawakkilin Al-mutawakilin dapat diartikan mewakilkan. Perintah tawakal kepada Allah dalam al-Qur’an ditemukan sebanyak sebelas kali Shihab, 2013. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa dalam setiap aktivitas kehidupan kita, seorang Muslim dituntut untuk berusaha sambil berdoa dan setelah itu ia dituntut untuk berserah diri kepada Allah. Ketika manusia telah berusaha keras kemudian menyerahkan semuanya pada Allah, manusia harus yakin bahwa apa pun ketetapan Allah merupakan pilihan terbaik untuknya, sesuai dengan firman-Nya dalam QS. Al-Baqarah216. Dalam berusaha dan berserah kepada Allah, tentu manusia tidak boleh hanya duduk diam menunggu jawaban ataupun keajaiban. Manusia perlu terus berdoa mendekatkan diri kepada Allah swt. agar benar-benar diberikan yang baik menurut kita sesuai keinginan dan baik menurut Allah swt. Anshor 2017 menyampaikan hal-hal yang bisa dilakukan untuk meminta kepada Allah, yaitu a memperbanyak shadaqah, b bangun untuk shalat tahajud, dan c memperbanyak silaturahmi. Selain tiga daya pengungkit rezeki tersebut, tentu masih banyak amalan lainnya. Jika dikerjakan secara istiqamah, insya Allah, Allah akan mempermudah segala urusan dan pencapaian cita-cita makhluk-Nya. Kerja Sama dan Network Dalam QS. Ash-Shaf4, Allah berfirman yang artinya, “Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” Ayat di atas menunjukkan perlunya kebersamaan, network, dan koordinasi. Ciri khas ajaran Islam adalah kebersamaan dalam segala aktivitas positif, baik dalam melaksanakan ibadah ritual maupun dalam melaksanakan aneka aktivitas, itu sebabnya, shalat berjamaahn lebih diutamakan daripada shalat sendirian. Di sisi lain, kebersamaan itu tidak harus menjadikan semua pihak melakukan satu pekerjaan yang sama, melainkan perlu pembagian kerja yang diatur dalam satu network yang baik Anshor, 2017. Akhlak Mulia Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Shihab 2013, dinyatakan bahwa ada empat sifat khusus yang disebut oleh QS. Al-Maidah54 yang menjadi sebab tercurahnya cinta Allah kepada manusia, yaitu a bersikap lemah lembut terhadap orang-orang mukmin, b mulia/memiliki harga diri dan bersikap tegas terhadap yang kafir, c berjihad di jalan Allah, dan d tidak takut kepada celaan pencela. Al-Ittiba’ Ali Imran 31 dan 32 memberi gambaran yang sangat umum menyangkut siapa atau perbuatan apa yang paling disukai Allah Shihab, 2013, yakni perintah untuk menaati Allah dan Rasul-Nya. Al-ittiba’ berarti meneladani, mengikuti secara sungguh-sungguh. Cinta Allah yang luar biasa akan diraih oleh mereka yang bersungguh-sungguh mengikuti Nabi Muhammad saw. Al-ittiba’ yang dimaksud ini dijelaskan oleh sabda Rasul saw. yang berbunyi, “yakni atas dasar kebajikan, takwa, dan rendah hati” HR at-Tirmidzi, Abu Nu’aim, dan Ibnu Asakir melalui sahabat Nabi, Abu ad-Darda. Kesimpulan Kunci sukses adalah iman. Iman adalah fondasi dalam beramal shalih sebab Allah hanya akan menerima amal shalih makhluk yang beriman kepada-Nya. Kemampuan beramal shalih inilah yang dapat dikatakan sebagai kesuksesan dunia dan akhirat. Hadis Nabi Muhammad saw. yang banyak dikenal umat Muslim, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” merupakan landasan pokok bagi manusia untuk menyikapi kesuksesan yang telah dimiliki. Sejatinya, semakin tinggi kesuksesan yang diraih, semakin besar pula tanggung jawab dan kebermanfaatan yang dilakukan. Semakin tinggi gelar pendidikan yang dan ilmu yang diperoleh, semakin besar amanah untuk menyampaikannya kepada orang lain. Semakin banyak kekayaan yang didapat, semakin banyak zakat mal dan shadaqah yang harus dikeluarkan untuk orang lain. Semakin tinggi jabatan, semakin besar tanggung jawab dan amanah untuk membantu dan menyejahterakan rakyatnya. DAFTAR RUJUKAN Ad-Dasuqi, K. . 2008. Reasons of Happiness Tips Menjadi Manusia Paling Bahagia Dunia Akhirat. Solo Wacana Ilmiah Press. Anshor, S. 2017. Journey to Success. Solo Tinta Medina. Mustaqim, A. 2013. Akhlak Tasawuf Lelaku Suci Menuju Revolusi Hati. Yogyakarta Kaukaba DIpantara. Shihab, M. Q. 2013. Berbisnis Sukses Dunia Akhirat. Tangerang Lentera Hati. Shihab, M. Q. 2014. Mutiara Hati Mengenal Hakikat Iman, Islam, dan Ihsan. Tangerang Lentera Hati.

bagaimanakah keistimewaan orang yang sudah dekat dengan allah swt